Langsung ke konten utama
Semua catatan

Aman Nggak Upload Data Pelanggan ke ChatGPT atau Claude? Ini Kata UU PDP

Data pelanggan adalah data pribadi, jadi UU PDP ikut berlaku saat ditempel ke AI. Pasal yang relevan, beda paket pribadi dan bisnis, dan cara amannya.

Bagikan

Bagikan ke Instagram Stories

Menyiapkan gambar…

  1. Link sudah disalin.
  2. Unduh gambarnya, lalu unggah ke Instagram Stories dari HP.
  3. Tambahkan stiker Link di Story, lalu tempel link-nya.
Unduh gambar

Instagram Stories cuma bisa dibuat dari aplikasi di HP.

Bagikan ke TikTok

Menyiapkan gambar…

  1. Caption dan link sudah disalin.
  2. Unduh gambarnya, lalu unggah sebagai postingan foto di TikTok.
  3. Tempel caption-nya sebelum posting.
Unduh gambar

Paling gampang diposting dari aplikasi TikTok di HP.

Laci lemari arsip terbuka berisi deretan kartu dan berkas

Upload data pelanggan ke ChatGPT atau Claude bisa aman, tapi bukan cuma soal fitur keamanan layanannya. Data pelanggan adalah data pribadi, jadi begitu kamu menempelnya ke layanan AI, UU Pelindungan Data Pribadi ikut berlaku. Perusahaanmu yang menentukan tujuan pemrosesannya, jadi tanggung jawabnya tetap di perusahaanmu, bukan di OpenAI atau Anthropic. Cara paling aman: pakai akun bisnis, kirim seminimal mungkin, dan samarkan identitas pelanggan sebelum ditempel.

Artikel ini ringkasan untuk orientasi, bukan nasihat hukum. Untuk keputusan yang berisiko besar, konsultasikan dengan ahli hukum.

Yang dikatakan UU PDP

UU No. 27 Tahun 2022 disahkan 17 Oktober 2022 dan memberi masa penyesuaian dua tahun (Pasal 74). Pasal yang paling relevan saat data pelanggan dibawa ke layanan AI:

PasalIsinyaArtinya untuk kamu
Pasal 1Pengendali menentukan tujuan dan mengendalikan pemrosesan, prosesor memproses atas nama pengendaliPerusahaanmu pengendali, layanan AI bisa berperan sebagai prosesor
Pasal 20Pengendali wajib punya dasar pemrosesan, misalnya persetujuan, pelaksanaan perjanjian, atau kepentingan yang sahHarus jelas kenapa data pelanggan itu boleh diolah untuk tujuan ini
Pasal 35Pengendali wajib melindungi dan memastikan keamanan data yang diprosesnyaPemilihan layanan dan pengaturan akses termasuk kewajibanmu
Pasal 51 ayat 3Pemrosesan oleh prosesor tetap termasuk tanggung jawab pengendaliKalau layanan AI-nya bermasalah, tanggung jawab tetap ada di perusahaanmu
Pasal 56Transfer ke luar negeri butuh negara tujuan dengan pelindungan setara atau lebih tinggi, atau pelindungan yang memadai dan mengikat, atau persetujuan subjek dataServer layanan AI umumnya di luar Indonesia, jadi pasal ini ikut berlaku
Pasal 46Kalau terjadi kegagalan pelindungan data, pengendali wajib memberi tahu subjek data dan lembaga paling lambat 3 x 24 jamKebocoran lewat akun AI juga termasuk
Pasal 57Sanksi administratif, termasuk denda paling tinggi 2% dari pendapatan atau penerimaan tahunanRisikonya nyata untuk bisnis

UU PDP juga membedakan data pribadi umum, seperti nama lengkap dan jenis kelamin, dengan data pribadi spesifik (Pasal 4), seperti data kesehatan, biometrik, data anak, dan data keuangan pribadi. Data spesifik butuh kehati-hatian lebih besar.

Paket pribadi dan paket bisnis berbeda

Paket pribadiPaket bisnis
ChatGPTKonten bisa dipakai melatih model, kecuali kamu mematikannyaBusiness dan Enterprise tidak memakai data bisnis untuk melatih model secara default
ClaudeChat bisa dipakai melatih model, terutama kalau kamu mengizinkannya lewat pengaturanPaket Team tidak memakai kontenmu untuk melatih model secara default
Kontrol perusahaanTidak ada, akun milik pribadi karyawanAdmin, SSO, dan pengaturan akses

Sumber: halaman harga ChatGPT, Privacy Center Anthropic, dan halaman harga Claude. Untuk OpenAI, detail retensi dan Data Processing Addendum sudah kubahas di Mau Rekap Data Keuangan Perusahaan ke ChatGPT? Bahaya Nggak Sih?.

Dari kacamata UU PDP, perbedaan terbesarnya bukan ChatGPT atau Claude, tapi apakah datanya masuk ke akun yang dikelola perusahaan dengan perjanjian yang jelas, atau ke akun pribadi karyawan yang nggak bisa diawasi siapa pun.

Cara aman memakai AI untuk data pelanggan

Tumpukan kertas yang sudah dihancurkan mesin penghancur
Data yang sudah nggak dibutuhkan sebaiknya dihapus, sama seperti dokumen kertas yang dihancurkan. Foto: Mahen Rin di Unsplash.
  1. Tanya dulu, apakah AI perlu tahu identitasnya? Untuk segmentasi, analisis tren, atau merangkum keluhan, biasanya cukup ID pelanggan, kota, dan riwayat pembelian. Nama, nomor HP, dan alamat bisa dibuang.
  2. Samarkan sebelum ditempel. Ganti nama dengan kode seperti P001, dan simpan tabel pasangannya di sistem internal, bukan di layanan AI.
  3. Kirim kolom seminimal mungkin. Hapus kolom yang nggak dipakai untuk pertanyaanmu.
  4. Jangan tempel data spesifik, seperti NIK, data kesehatan, atau data keuangan pribadi pelanggan, ke layanan AI pihak ketiga.
  5. Pakai akun bisnis, dan pastikan pengaturan pelatihan model serta retensinya sesuai kebijakan perusahaan.
  6. Catat tujuan dan dasar pemrosesannya. Misalnya "analisis keluhan untuk perbaikan layanan". Catatan ini membantu saat ada pertanyaan dari pelanggan atau auditor.
  7. Hapus file dan chat yang berisi data pelanggan setelah pekerjaannya selesai, sesuai aturan retensi di perusahaanmu.

Contoh penerapannya ada di Bisakah AI Belajar Gaya Jualan dari Riwayat Chat WhatsApp?, di mana chat pelanggan disamarkan dulu sebelum dipakai menyusun panduan gaya.

Contoh pembagiannya

KebutuhanPerlakuan
Rekap jumlah pesanan per kota atau per produkBoleh, karena berupa angka agregat
Merangkum keluhan pelanggan bulan iniBoleh, setelah nama dan nomor kontak dihapus
Segmentasi pelanggan dari riwayat pembelianPakai ID samaran dan akun bisnis
Mengirim daftar pelanggan lengkap dengan nama, HP, dan alamatHindari, kecuali ada dasar pemrosesan yang jelas dan layanan dengan perjanjian yang mengikat
Data KTP, kesehatan, atau rekening pelangganJangan ditempel ke layanan AI pihak ketiga

Satu hal lagi, keputusan otomatis

Kalau AI dipakai untuk mengambil keputusan tentang pelanggan, misalnya menolak pengajuan atau menentukan harga, ada hak lain yang ikut berlaku. Pasal 10 UU PDP memberi subjek data hak untuk mengajukan keberatan atas keputusan yang hanya didasarkan pada pemrosesan otomatis. Contoh kasusnya di perekrutan aku bahas di Seleksi CV Pakai AI, Hati-hati Biasnya Ikut Terotomatisasi.

Penutup

Pertanyaannya bukan "boleh atau nggak pakai AI", tapi "data apa yang benar-benar perlu dikirim, ke akun siapa, dan atas dasar apa". Kalau datanya sudah disamarkan, diminimalkan, dan masuk ke akun bisnis, AI bisa dipakai untuk data pelanggan dengan risiko yang jauh lebih kecil.

Kalau kamu ingin menyusun alur aman untuk memakai AI dengan data pelanggan, termasuk penyamaran otomatis sebelum datanya dikirim, cerita aja dulu kebutuhanmu.

Foto di artikel ini dari Unsplash, karya Maksym Kaharlytskyi (foto utama) dan Mahen Rin, dipakai sesuai Unsplash License.

Bermanfaat? Bagikan ke teman atau tim kamu.

Bagikan

Bagikan ke Instagram Stories

Menyiapkan gambar…

  1. Link sudah disalin.
  2. Unduh gambarnya, lalu unggah ke Instagram Stories dari HP.
  3. Tambahkan stiker Link di Story, lalu tempel link-nya.
Unduh gambar

Instagram Stories cuma bisa dibuat dari aplikasi di HP.

Bagikan ke TikTok

Menyiapkan gambar…

  1. Caption dan link sudah disalin.
  2. Unduh gambarnya, lalu unggah sebagai postingan foto di TikTok.
  3. Tempel caption-nya sebelum posting.
Unduh gambar

Paling gampang diposting dari aplikasi TikTok di HP.

Ada proses di tim kamu yang masih manual?

Cerita aja, kita cariin solusinya bareng.