Langsung ke konten utama
Semua catatan

Email Penawaran ke Klien Malah Masuk Spam

Penawaran sudah dikirim tapi nggak pernah dibalas, ternyata masuk spam. Penjelasan SPF, DKIM, dan DMARC dalam bahasa awam, aturan pengirim Gmail, dan cara mengecek emailmu sendiri.

Bagikan

Bagikan ke Instagram Stories

Menyiapkan gambar…

  1. Link sudah disalin.
  2. Unduh gambarnya, lalu unggah ke Instagram Stories dari HP.
  3. Tambahkan stiker Link di Story, lalu tempel link-nya.
Unduh gambar

Instagram Stories cuma bisa dibuat dari aplikasi di HP.

Bagikan ke TikTok

Menyiapkan gambar…

  1. Caption dan link sudah disalin.
  2. Unduh gambarnya, lalu unggah sebagai postingan foto di TikTok.
  3. Tempel caption-nya sebelum posting.
Unduh gambar

Paling gampang diposting dari aplikasi TikTok di HP.

Amplop-amplop di atas ban berjalan gelap, satu amplop dengan segel lilin burgundy yang menyala di ujung, beberapa amplop lain jatuh dari tepinya ke dalam gelap

Penawaran sudah disusun rapi, lampirannya lengkap, emailnya terkirim. Seminggu nggak ada balasan. Waktu ditanya lewat WhatsApp, klien bilang emailnya nggak pernah sampai. Ternyata masuk folder spam.

Buat bisnis B2B yang banyak berurusan lewat email, ini bukan masalah kecil. Penawaran yang masuk spam sama saja dengan penawaran yang nggak pernah dikirim. Kabar baiknya, penyebab paling seringnya bisa dicek dan dibereskan.

Kenapa email bisa masuk spam

Penyedia email seperti Gmail dan Outlook harus memutuskan, dalam hitungan detik, apakah sebuah email benar-benar dari pengirim yang tertulis atau dari penipu yang memalsukannya. Salah satu dasar utamanya adalah autentikasi domain: apakah domain pengirimnya sudah "membuktikan" bahwa email itu sah. Domain yang nggak diatur membuat emailmu terlihat sama mencurigakannya dengan email palsu.

SPF, DKIM, dan DMARC dalam bahasa awam

NamaAnaloginyaFungsinya
SPFDaftar kurir resmiCatatan di domainmu yang berisi server mana saja yang boleh mengirim email atas nama domain itu
DKIMSegel di amplopTanda tangan digital di setiap email, yang bisa dicek penerima untuk memastikan isinya nggak diubah di jalan
DMARCInstruksi kalau segel rusakAturan untuk penerima: apa yang dilakukan kalau SPF dan DKIM gagal, sekaligus jalur laporan untuk pemilik domain

Ketiganya dipasang sebagai catatan DNS di pengelola domainmu. Kalau email perusahaan memakai Google Workspace atau Microsoft 365, keduanya punya panduan untuk mengaturnya.

Stempel lilin bergagang kayu menekan segel lilin burgundy di atas amplop polos
DKIM bekerja seperti segel: penerima bisa memastikan email datang dari domainmu dan isinya utuh.

Aturan Gmail sejak Februari 2024

Google menerapkan syarat pengirim email ke akun Gmail mulai 1 Februari 2024:

  • Semua pengirim wajib memasang SPF atau DKIM, punya catatan DNS balik (PTR) yang valid, memakai koneksi TLS, dan menjaga tingkat laporan spam di bawah 0,3%.
  • Pengirim massal, yaitu yang mengirim lebih dari 5.000 email sehari ke akun Gmail, wajib memasang SPF, DKIM, dan DMARC sekaligus (kebijakan DMARC boleh "none"), domain di alamat pengirim harus selaras dengan SPF atau DKIM, dan email pemasaran wajib punya tombol berhenti berlangganan satu klik.
  • Google menyarankan tingkat spam di bawah 0,1%, dan jangan sampai menyentuh 0,3%.

Microsoft menyusul dengan syarat serupa untuk pengirim bervolume tinggi ke Outlook.com mulai Mei 2025.

Kalau kamu cuma mengirim puluhan penawaran sehari, kamu bukan pengirim massal. Tapi memasang ketiganya tetap membantu, karena email dari domain yang terautentikasi lebih dipercaya, dan domainmu juga lebih sulit dipalsukan penipu.

Cara mengecek emailmu sendiri

  1. Kirim email dari alamat bisnismu ke sebuah akun Gmail.
  2. Buka emailnya di Gmail, klik menu titik tiga, lalu pilih Tampilkan asli (Show original).
  3. Lihat baris SPF, DKIM, dan DMARC. Yang kamu cari: PASS untuk ketiganya.

Kalau ada yang FAIL atau nggak muncul sama sekali, minta pengelola domain atau IT-mu membereskannya. Ini biasanya pekerjaan singkat, bukan proyek besar.

Di luar urusan teknis

Autentikasi itu fondasi, tapi kebiasaan juga berpengaruh. Ini saranku:

  • Pakai alamat email dengan domain sendiri, bukan Gmail gratis untuk urusan bisnis. Selain lebih dipercaya, akunnya juga milik perusahaan. Soal mengamankan akunnya, ada di Kalau Akun Google Perusahaan Kena Hack Besok Pagi, Apa Saja yang Hilang?.
  • Jangan kirim massal dari akun pribadi. Kalau perlu mengirim ke banyak orang, pakai cara yang memang disediakan untuk itu, dengan batasnya. Batas kirim Gmail dan Apps Script ada di Bikin Ribuan Sertifikat, Undangan, atau Invoice dari Satu Sheet.
  • Lampiran besar dan banyak link pemendek bisa membuat email terlihat mencurigakan. Pertimbangkan link ke file di drive perusahaan untuk dokumen yang besar.
  • Follow-up lewat jalur lain kalau penawaran penting belum dibalas dalam beberapa hari. Kadang satu pesan WhatsApp singkat menyelamatkan satu penawaran.

Penutup

Email penawaran yang masuk spam sering bukan soal isinya, tapi soal domain yang belum membuktikan dirinya. Cek SPF, DKIM, dan DMARC sekali, pastikan ketiganya PASS, dan biasakan mengirim dari alamat domain sendiri.

Kalau email bisnismu sering nggak sampai dan kamu nggak tahu harus mulai dari mana, cerita aja dulu kondisinya.

Bermanfaat? Bagikan ke teman atau tim kamu.

Bagikan

Bagikan ke Instagram Stories

Menyiapkan gambar…

  1. Link sudah disalin.
  2. Unduh gambarnya, lalu unggah ke Instagram Stories dari HP.
  3. Tambahkan stiker Link di Story, lalu tempel link-nya.
Unduh gambar

Instagram Stories cuma bisa dibuat dari aplikasi di HP.

Bagikan ke TikTok

Menyiapkan gambar…

  1. Caption dan link sudah disalin.
  2. Unduh gambarnya, lalu unggah sebagai postingan foto di TikTok.
  3. Tempel caption-nya sebelum posting.
Unduh gambar

Paling gampang diposting dari aplikasi TikTok di HP.

Ada proses di tim kamu yang masih manual?

Cerita aja, kita cariin solusinya bareng.