Daripada Numpuk Langganan CRM dan POS, Investasi ke Website Sendiri Bisa Lebih Masuk Akal
Biaya langganan CRM dan POS numpuk tiap bulan tanpa pernah jadi milik sendiri. Ini perbandingan biayanya dengan investasi ke website sendiri yang punya SEO dan live project tracking, cocok buat bengkel coating dan kontraktor.
Coba jujur-jujuran: berapa banyak tools yang kamu bayar tiap bulan cuma buat jalanin bisnis sehari-hari? Aplikasi kasir, CRM buat catat customer, mungkin satu lagi buat jadwal atau invoice. Semuanya kelihatan murah satu-satu, tapi ditumpuk-tumpuk, jadi beban bulanan yang jalan terus tanpa pernah benar-benar jadi milik kamu.
Aku sering dapat pertanyaan ini dari pemilik bengkel dan kontraktor: mendingan terus langganan tools yang ada, atau investasi bikin website sendiri? Di artikel ini aku bandingkan biayanya, dan aku pakai Pras Intelligence sendiri, situs yang lagi kamu baca ini, sebagai contoh konkretnya.
Masalah: semua serba langganan, biayanya numpuk
Lihat aplikasi kasir (POS) saja, harganya bervariasi tapi semuanya berjalan terus tiap bulan, per outlet:
- Qasir Pro: sekitar Rp50.000 per bulan (ditagih Rp600.000 per tahun), menurut halaman resminya.
- Majoo: Rp249.000 (Starter) sampai Rp999.000 (Prime) per bulan per outlet, menurut daftar harga resminya.
Itu baru kasir. Tambah CRM buat kelola data customer, atau tools jadwal dan invoice terpisah, angkanya gampang tembus jutaan sebulan. Semua itu disewa, bukan dimiliki. Berhenti bayar, akses hilang, riwayat data pun ikut nggak bisa diakses lagi.
Pendekatan: pisahkan yang harus disewa dari yang lebih masuk akal dimiliki
Bukan berarti semua langganan itu buruk. POS tetap masuk akal buat transaksi harian. Tapi ada satu hal yang sering luput: bagian yang jadi wajah bisnis ke customer dan calon customer, itu justru lebih masuk akal dimiliki sendiri daripada terus disewa dari platform orang lain.
- 1Audit langgananCek tools apa saja yang disewa, dan buat apa
- 2Pisahkan fungsinyaMana yang transaksional, mana yang jadi wajah bisnis ke customer
- 3Bangun aset sendiriWebsite dengan SEO dan fitur sesuai kebutuhan, bukan template generik
- 4Rawat, bukan sewa lagiBiaya jalan cuma hosting, bukan per outlet atau per seat
Yang bisa dicontoh dari Pras Intelligence
Situs ini sendiri aku bangun dengan dua prinsip yang sama: bisa ditemukan sendiri lewat Google, dan customer bisa dapat informasi tanpa harus nanya admin berkali-kali.
Fondasi SEO, bukan tempelan belakangan
Dari awal dibangun, situs ini sudah punya sitemap otomatis, canonical URL per halaman, structured data (JSON-LD), dan hreflang untuk versi Indonesia dan Inggris. Ini bukan fitur tambahan yang ditempel belakangan, tapi bagian dari strukturnya sejak hari pertama, supaya mesin pencari dan AI assistant bisa membaca situsnya dengan benar.

Sebuah CRM atau POS nggak pernah muncul di hasil pencarian Google, karena memang bukan itu fungsinya. Website sendiri bisa.
Customer bisa cek sendiri progress project-nya
Fitur Project Tracking di situs ini mengirim satu link ke tiap klien, dilindungi PIN. Klien tinggal buka link itu buat lihat tahap yang sedang berjalan, persentase progres, timeline mingguan per tahap, sampai log update terbaru, kapan saja tanpa harus menunggu balasan WhatsApp, seperti yang kelihatan di cover artikel ini.
Kenapa ini cocok banget buat bengkel coating dan kontraktor
Bisnis kayak bengkel coating atau kontraktor kerjanya berbasis project yang jalan berminggu-minggu: persiapan, pengerjaan, finishing, sampai quality check. Pertanyaan paling umum dari customer selalu sama, "udah sampai mana progressnya?"
Selama ini jawabannya biasanya lewat telepon atau WhatsApp satu-satu, admin harus cek manual dulu baru bisa balas. Kalau ada fitur kayak Project Tracker di atas, customer tinggal buka link, semua informasi yang mereka butuhkan langsung kelihatan, tanpa bikin admin sibuk balas pertanyaan yang sama berulang-ulang.
Hitung-hitungan biayanya
Biaya bulanan: langganan software vs hosting website sendiri(rupiah per bulan)
- Qasir Pro (POS)Rp50.000
- Majoo Starter (POS)Rp249.000
- Hosting website sendiriRp139.000
- Majoo Prime (POS)Rp999.000
Yang perlu jujur disebut: bikin website tetap ada biaya di awal, itu bukan gratis. Bedanya, setelah jadi, biaya jalannya cuma hosting seperti di atas (detailnya pernah aku bahas di VPS untuk AI Itu Gimana dan Bisa Apa Aja?), bukan biaya sewa per outlet atau per seat yang terus bertambah setiap kali bisnisnya berkembang.
- Kisaran biaya langganan POS per bulan, per outlet, di Indonesia
- Rp50rb–999rb
- Biaya hosting website sendiri per bulan, tanpa biaya per outlet
- Rp139rb
- Website jadi milik sendiri, bukan disewa ulang setiap bulan
- 1x bangun
Refleksi
Bukan berarti semua bisnis harus buru-buru bikin website dan berhenti langganan apa pun, karena kebutuhannya beda-beda. Tapi kalau kamu ngerasa biaya langganan udah numpuk buat hal yang sebenarnya fungsinya adalah wajah bisnis ke customer, worth dihitung ulang: terus disewa selamanya, atau dimiliki sekali dan dirawat sendiri.
Kalau kamu di posisi itu, cerita aja soal kebutuhan website atau automation bisnis kamu, nanti dicari bareng pendekatan yang paling masuk akal.
Ada proses di tim kamu yang masih manual?
Cerita aja, kita cariin solusinya bareng.
Catatan lainnya

Bisakah AI Belajar Gaya Jualan dari Riwayat Chat WhatsApp?
Bisa, dan biasanya nggak perlu melatih model sendiri. Cara ekspor chat WhatsApp, mengubahnya jadi panduan gaya, prompt siap pakai, serta risiko data pelanggannya.
Baca catatan
Bedanya Gemini dan ChatGPT untuk Kerja Kantor, Mana yang Lebih Cocok?
Gemini dan ChatGPT sama-sama bisa dipakai kerja, tapi kekuatannya beda. Harga paket dalam Rupiah, mana yang cocok untuk tim di Google Workspace, dan kapan ChatGPT lebih pas.
Baca catatan