Membawa Tokyo ke Jakarta Lewat Event VR Walk Tokyo dan Press Conference-nya
Case study event Walk Tokyo Virtual Journey untuk Asahi Shimbun dan TCVB di Mall of Indonesia, dari layout satu venue untuk VR dan press conference, signage, sampai press conference yang diliput media.
- Klien
- PT Asahi Shimbun Asia Pacific
- Peran
- Project Manager, Kyon Studio
- Durasi
- Event 40 hari

Akhir 2025, PT Asahi Shimbun Asia Pacific bersama Tokyo Convention & Visitors Bureau (TCVB) membuka Walk Tokyo: Virtual Journey di Mall of Indonesia, Jakarta. Isinya pengalaman VR gratis untuk "jalan-jalan" ke Tokyo tanpa naik pesawat, dari Shibuya Scramble Crossing sampai Festival Awa Odori di Koenji.
Aku pegang project ini dari Kyon Studio sebagai Project Manager. Selain koordinasi project, aku juga yang ngatur layout venue dan jalannya press conference pembukaan, sementara timku membuat signage event-nya.
Tantangan: satu venue untuk dua acara
Event ini menempati area di Level LG Mall of Indonesia, persis di sebelah Little Planet. Di area yang sama harus ada dua hal:
- Area VR tempat pengunjung memakai headset dan menjelajah Tokyo, lengkap dengan photo spot bertema Tokyo Tower, Kaminarimon, Rainbow Bridge, dan Hachiko.
- Press conference pembukaan dengan panggung, media, tamu dari Jepang, dan bintang tamu.
Karena venue VR dan press conference-nya sama, layout-nya harus bisa diubah dalam waktu singkat, antara setting press conference dan setting area VR.
Pengunjung mall juga datang tanpa rencana. Mereka lewat, tertarik, lalu harus langsung paham ini acara apa dan harus mulai dari mana.
Untuk press conference-nya sendiri, waktunya terbatas, dan pesan utamanya harus sampai: event ini bukan sekadar promosi wisata, tapi pertukaran budaya antara Tokyo dan Jakarta.
Yang aku kerjakan
Koordinasi project
Sebagai PM, aku jadi titik koordinasi antara timku di Kyon Studio, tim klien, vendor produksi, dan talent, supaya persiapan sampai hari-H berjalan sesuai rencana dan setiap keputusan jelas siapa yang pegang.
Layout venue untuk dua setting
Aku atur layout untuk dua setting di venue yang sama, press conference dan area VR, termasuk perubahan layout di antara keduanya yang harus selesai dalam waktu singkat.
Untuk setting area VR, alurnya aku susun supaya pengunjung mengalir dengan sendirinya:
- 1Masuk areaLangsung terlihat dari jalur mall
- 2Photo spotTokyo Tower, Kaminarimon, Rainbow Bridge, Hachiko
- 3Pengalaman VRShibuya, Asakusa, Gunung Takao, Awa Odori
- 4SurveiPostcard eksklusif untuk 200 responden pertama

Signage event
Timku di Kyon Studio juga membuat signage-nya. Karena pengunjung mall datang tanpa rencana, signage harus menjawab dua hal dalam sekali lihat: ini acara apa, dan di mana. Judul Walk Tokyo Virtual Journey dibuat besar, lokasinya (Little Planet Mall of Indonesia, LG Floor) tertulis tepat di bawahnya, dan visualnya langsung menunjukkan pengalamannya: anak memakai headset VR di tengah ikon Tokyo, dari Tokyo Tower dan Rainbow Bridge sampai jalanan penuh neon dan bunga sakura.

Press conference pembukaan
Rundown-nya disusun bareng antara timku dan tim klien: MC membuka acara, sambutan dari Tetsuya Sebata selaku Director PT Asahi Shimbun Asia Pacific, talkshow bersama Haruka Nakagawa (eks JKT48 asal Tokyo), sampai sesi foto bersama. Di hari-H, aku pegang jalannya acara: memastikan setiap pergantian segmen tepat waktu, talent siap, mic pindah tangan, dan media dapat momen foto yang mereka butuhkan.

Hasil
Event berjalan dari 29 November 2025 sampai 7 Januari 2026, buka setiap hari pukul 10.00 sampai 22.00, dan gratis untuk umum. Press conference pembukaannya diliput media nasional, di antaranya Suara.com dan Kompas.com.
Pesan utamanya juga sampai ke media. Suara.com mengutip Tetsuya Sebata: "Ini bukan hanya promosi destinasi, tetapi juga sarana pertukaran budaya."
- Event VR gratis di Mall of Indonesia
- 40 hari
- Sudut Tokyo yang bisa dijelajahi lewat VR
- 5
- Photo spot bertema ikon Tokyo
- 4

Pelajaran
Di event experiential, layout sama pentingnya dengan kontennya. Konten VR sebagus apa pun nggak akan dicoba kalau pengunjung mall bingung harus mulai dari mana. Kalau satu venue dipakai untuk dua acara, perubahan layout di antaranya perlu direncanakan sama seriusnya dengan layout itu sendiri. Dan press conference yang rapi bukan soal acara yang panjang, tapi soal setiap segmen punya tujuan: pesan yang jelas untuk media, momen foto yang siap dipakai, dan bintang tamu yang memberi alasan untuk diliput.
Ada proses di tim kamu yang masih manual?
Cerita aja, kita cariin solusinya bareng.
Case study lainnya
AI & AutomationSocial media agency
Reminder Tugas Tim Lewat WhatsApp, Weekly Sampai One-Off Diatur dari Satu Tempat
Reminder tugas weekly, monthly, dan one-off terkirim otomatis ke WhatsApp tim tiap pagi, pengaturannya bisa diubah sendiri lewat sheet, tanpa perlu developer.
Baca case study
AI & AutomationBisnis retail
Ribuan Chat WhatsApp, Tim Cuma Dua Orang: Bikin Owner Bisa Pantau Tanpa Baca Semuanya
Owner dapat rekap otomatis tiap jam 9 malam soal closing, komplain, dan follow-up, tanpa harus baca semua chat satu per satu.
Baca case study