Langsung ke konten utama
Semua case study
AI & AutomationMarketing & Web

Satu Dashboard untuk Semua Kanal Sosmed Klien, Laporan Berkala Nggak Perlu Disusun Manual Lagi

Case study dashboard social media all in one di Looker Studio untuk Kyon Studio: Facebook, Instagram, Meta Ads, TikTok, dan website dalam satu laporan yang bisa dipantau klien kapan saja.

Bagikan

Bagikan ke Instagram Stories

Menyiapkan gambar…

  1. Link sudah disalin.
  2. Unduh gambarnya, lalu unggah ke Instagram Stories dari HP.
  3. Tambahkan stiker Link di Story, lalu tempel link-nya.
Unduh gambar

Instagram Stories cuma bisa dibuat dari aplikasi di HP.

Bagikan ke TikTok

Menyiapkan gambar…

  1. Caption dan link sudah disalin.
  2. Unduh gambarnya, lalu unggah sebagai postingan foto di TikTok.
  3. Tempel caption-nya sebelum posting.
Unduh gambar

Paling gampang diposting dari aplikasi TikTok di HP.

Klien
Kyon Studio
Peran
Reporting & Automation Lead
Tools
Looker Studio, Social Media Management APIs, Google Workspace & Admin Console, Google Ads & Analytics
Halaman Community Growth di dashboard Looker Studio bertema gelap dengan logo Kyon Studio: kotak angka Followers, Following, Impressions, New Followers, Posts, Reach, dan Profile Views, plus grafik followers dan posting harian

Klien agency social media ingin bisa melihat performa akun mereka kapan saja, bukan menunggu laporan di akhir bulan. Di sisi lain, tim internal Kyon Studio menghabiskan terlalu banyak waktu menyusun laporan secara manual.

Aku pegang sisi reporting dan otomatisasinya. Solusinya satu dashboard di Looker Studio yang menyatukan berbagai tools pengelolaan media sosial, jadi semua kanal terpantau dari satu tempat dan laporan berkala ke klien berjalan otomatis. Sebagai catatan, sejak 16 April 2026 Google mengembalikan nama Looker Studio ke nama lamanya, Data Studio. Di case study ini aku tetap memakai nama Looker Studio, karena dengan nama itulah dashboard ini dibangun.

Masalah: data tersebar, laporan disusun manual

Satu klien bisa aktif di beberapa kanal sekaligus: Facebook, Instagram, iklan Meta, TikTok, dan website. Datanya ada di tempat yang berbeda-beda, jadi setiap periode laporan tim harus mengumpulkan angka dari tiap platform dan menyusunnya satu per satu.

Masalahnya makin terasa saat jumlah klien dan pekerjaan bertambah. Waktu tim habis untuk menyusun laporan, sementara klien tetap ingin melihat perkembangan akunnya tanpa harus bertanya dulu.

Yang aku kerjakan

Menyatukan semua sumber data

Data dari tools pengelolaan media sosial ditarik lewat API-nya, digabung dengan data Google Ads dan Google Analytics, lalu semuanya masuk ke satu dashboard:

  1. 1Sumber dataFacebook, Instagram, Meta Ads, TikTok, website
  2. 2API dan konektorTools pengelolaan sosmed, Google Ads, Analytics
  3. 3Looker StudioSatu dashboard, semua kanal
  4. 4Klien dan timPantau kapan saja, laporan berkala otomatis

Laporan yang disusun per kanal

Isi dashboard-nya disusun mengikuti cara klien membaca performa, dari ringkasan sampai detail tiap kanal:

  • Cover dan Summary untuk gambaran besar.
  • Facebook: Growth dan Post Ranking.
  • Instagram: Growth, Audience, Post Organic Interaction, Reel Organic Interaction, Content Ranking, dan Competitor Overview.
  • Meta Ads, TikTok, dan Website di bagian masing-masing.

Contoh halamannya, Instagram Growth

Di halaman ini klien bisa memilih rentang tanggal sendiri. Kotak angka di atas menunjukkan Followers, Following, Impressions, New Followers, Posts, Reach, dan Profile Views, lengkap dengan persentase perubahannya. Di bawahnya ada grafik followers dan jumlah posting per hari, serta grafik followers baru harian. Kotak Notes di sampingnya disiapkan untuk catatan dari tim.

Halaman Instagram Growth di Looker Studio: menu halaman laporan di kiri dari Cover, Summary, Facebook, Instagram, Meta Ads, TikTok, sampai Website, lalu kotak angka performa, grafik followers dan posting, dan grafik followers baru untuk periode 1 sampai 30 November 2025
Halaman Instagram Growth salah satu klien, periode November 2025. Nama klien dan akun yang sedang login diblur.

Akses dan laporan berkala

Akun dan akses dashboard dikelola lewat Google Workspace dan Admin Console, jadi klien bisa membuka dashboard-nya sendiri kapan saja. Laporan berkala ke klien juga aku otomatiskan, sehingga tim nggak perlu lagi menyusunnya manual setiap periode. Untuk kebutuhan seperti ini, Data Studio punya fitur pengiriman terjadwal yang mengirim laporan sebagai lampiran PDF ke email, lengkap dengan pratinjau halaman pertama dan link ke laporan lengkapnya.

Hasil

  • Performa semua kanal terpantau dari satu dashboard, dan klien bisa melihatnya kapan saja.
  • Laporan berkala ke klien berjalan otomatis.
  • Alur kerja tim lebih sederhana dan proses pelaporan lebih cepat.
  • Tim sanggup menangani beban kerja yang terus naik tanpa perlu menambah karyawan full-time.
Facebook, Instagram, Meta Ads, TikTok, dan website
5 kanal
Dashboard untuk memantau semuanya
1
Karyawan full-time tambahan
0

Pelajaran

Dashboard yang berguna bukan yang grafiknya paling banyak, tapi yang menjawab pertanyaan klien sebelum mereka sempat bertanya. Kalau klien bisa melihat sendiri perkembangan akunnya, waktu tim bisa dipakai untuk hal yang memang butuh manusia: membaca angka itu dan memutuskan langkah berikutnya. Soal kapan laporan berkala layak diotomatisasi, aku bahas lebih lanjut di Tiap Akhir Bulan Tim Begadang Rekap Laporan: Kapan Layak Diotomatisasi?

Bermanfaat? Bagikan ke teman atau tim kamu.

Bagikan

Bagikan ke Instagram Stories

Menyiapkan gambar…

  1. Link sudah disalin.
  2. Unduh gambarnya, lalu unggah ke Instagram Stories dari HP.
  3. Tambahkan stiker Link di Story, lalu tempel link-nya.
Unduh gambar

Instagram Stories cuma bisa dibuat dari aplikasi di HP.

Bagikan ke TikTok

Menyiapkan gambar…

  1. Caption dan link sudah disalin.
  2. Unduh gambarnya, lalu unggah sebagai postingan foto di TikTok.
  3. Tempel caption-nya sebelum posting.
Unduh gambar

Paling gampang diposting dari aplikasi TikTok di HP.

Ada proses di tim kamu yang masih manual?

Cerita aja, kita cariin solusinya bareng.