Langsung ke konten utama
Semua case study
AI & AutomationMarketing & Web

Dari Satu Sheet per Brand ke Satu Dashboard Produksi Konten Social Media

Case study dashboard social media management untuk agency: produksi konten multi-brand dari brief sampai upload, dibangun dengan Google Sheets dan Apps Script.

Bagikan

Bagikan ke Instagram Stories

Menyiapkan gambar…

  1. Link sudah disalin.
  2. Unduh gambarnya, lalu unggah ke Instagram Stories dari HP.
  3. Tambahkan stiker Link di Story, lalu tempel link-nya.
Unduh gambar

Instagram Stories cuma bisa dibuat dari aplikasi di HP.

Bagikan ke TikTok

Menyiapkan gambar…

  1. Caption dan link sudah disalin.
  2. Unduh gambarnya, lalu unggah sebagai postingan foto di TikTok.
  3. Tempel caption-nya sebelum posting.
Unduh gambar

Paling gampang diposting dari aplikasi TikTok di HP.

Klien
Social media agency
Peran
Project Manager
Tools
Google Apps Script, Google Sheets, Google Drive, Google Docs
Durasi
1 minggu, final dalam 1 bulan
Dashboard produksi konten berisi jumlah task per tahap, dari waiting QC brief sampai uploaded, dan laporan konten per brand

Sebuah agency social media aku bantu mengelola konten untuk beberapa brand sekaligus, dalam format video, single image, dan carousel untuk Instagram dan TikTok. Setiap konten melewati banyak tahap dan banyak orang: project manager, PIC produksi, dan writer.

Aku bangun dashboard social media management berbasis Google Apps Script, Google Sheets, Google Drive, dan Google Docs. Semua brand dan seluruh alur produksinya, dari brief sampai konten ter-upload, sekarang ada di satu tempat.

Masalah: satu brand, satu spreadsheet

Sebelumnya, tiap brand punya spreadsheet sendiri. Tiap kali pindah brand, tim produksi harus pindah sheet juga. Makin banyak brand yang dipegang, makin sering gonta-ganti file, dan waktunya habis cuma buat bolak-balik sheet, bukan buat produksi konten. Tim jadi capek duluan.

Pendekatan: semua brand di satu alur produksi

Daripada nambah sheet baru buat tiap brand, aku satuin semua brand di satu dashboard dengan alur produksi yang sama:

  1. 1QC BriefBrief dicek sebelum produksi
  2. 2ShootingProduksi konten
  3. 3EditEditing sampai final
  4. 4QC & ApprovalDicek tim dan disetujui
  5. 5UploadTayang di Instagram dan TikTok

Google Sheets aku jadikan database untuk semua brand, Google Apps Script menjalankan aplikasi dan automation-nya, Google Docs menyimpan brief, dan Google Drive menyimpan aset konten. Di setiap tahap, tim cukup menekan Accept untuk lanjut ke tahap berikutnya, atau Decline untuk mengembalikan konten ke tahap sebelumnya.

Yang aku bangun

Dashboard per tahap produksi

Halaman utama menampilkan jumlah konten di setiap tahap, dari waiting QC brief sampai uploaded. Datanya bisa difilter per status, brand, dan bulan. Di bawahnya ada Content Summary Report per brand, lengkap dengan format konten, placement, jumlah di tiap tahap, dan success rate.

Dashboard berisi kartu jumlah task per tahap dan tabel Content Summary Report per brand, format konten, placement, dan success rate
Dashboard produksi konten. Nama brand klien disamarkan.

Beban kerja tim kelihatan jelas

Team Workload Summary merangkum jumlah task setiap PM, PIC, dan writer di tiap tahap, beserta success rate masing-masing. Pembagian kerja jadi bisa diatur berdasarkan data, bukan perkiraan.

Tabel Team Workload Summary berisi total task, jumlah di setiap tahap, uploaded, dan success rate per anggota tim
Team Workload Summary. Email anggota tim disamarkan.

My Tasks: baca brief dan upload di tempat yang sama

Setiap anggota tim punya daftar tugas yang dikelompokkan per status. Di satu baris ada brief, tanggal posting, PM, PIC, dan writer, catatan revisi dengan tombol notifikasi ke writer, PIC, atau PM, sampai folder konten final.

Folder di Google Drive aku bikin otomatis dengan struktur yang rapi: per brand, lalu tahun, bulan, dan tanggal. Tim tinggal upload konten ke sana tanpa harus bikin dan menamai folder satu per satu. Saat menekan Accept atau Decline, tim juga bisa sekalian mengirim email notifikasi.

Halaman My Tasks berisi daftar konten berstatus waiting edit, lengkap dengan brief, tim, catatan revisi, folder final, dan tombol Accept atau Decline
My Tasks. Nama brand, email, dan link Drive disamarkan.

Semua detail konten di satu jendela

Membuka satu konten menampilkan status, tanggal upload, dan tim yang mengerjakan. Aset final dari folder Drive bisa di-preview langsung, dokumen brief tampil tanpa harus pindah tab, caption bisa disalin dengan satu klik, dan catatan revisi tersimpan otomatis.

Jendela detail konten berisi status uploaded, tim, dan aset final berupa video dari folder Google Drive yang bisa di-preview
Aset final langsung dari folder Google Drive. Nama brand, email, dan nama staf disamarkan.
Jendela detail konten berisi preview dokumen brief, kolom caption dengan tombol copy, dan catatan revisi dengan tombol notifikasi
Brief, caption, dan catatan revisi dalam satu tempat. Link Drive disamarkan.

Activity log untuk setiap perubahan

Setiap aksi di dashboard tercatat: waktu, konten, aksi yang dilakukan, dan siapa yang melakukannya. Kalau ada yang perlu ditelusuri, riwayatnya selalu ada.

Halaman Activity Log berisi waktu, judul task, aksi seperti mencentang upload atau approval klien, dan nama anggota tim
Activity Log. Nama anggota tim disamarkan.

Hasil

Sebelum

  • Satu brand, satu spreadsheet
  • Tim produksi bolak-balik gonta-ganti sheet
  • Waktu habis untuk pindah file, bukan produksi

Sesudah

  • Semua brand di satu dashboard
  • Baca brief dan upload konten di tempat yang sama
  • Folder Drive dibuat otomatis per brand, tahun, bulan, dan tanggal

Tim produksi nggak perlu lagi gonta-ganti sheet. Semuanya all in one: brief dibaca di dashboard, konten di-upload dari dashboard, dan foldernya udah tersusun otomatis. Project manager juga bisa lihat status setiap konten dan beban kerja tiap orang kapan saja.

Konten ter-upload di bulan Juli
44/48
Success rate seluruh tim di bulan Juli
92,68%

Refleksi

Versi pertamanya aku selesaikan dalam satu minggu dan langsung dipakai tim. Setelah itu dashboard terus aku perbaiki sambil berjalan, sampai versi finalnya selesai dalam satu bulan. Membangun bertahap kayak gini bikin tim bisa merasakan manfaatnya lebih cepat, tanpa nunggu semuanya sempurna dulu.

Bermanfaat? Bagikan ke teman atau tim kamu.

Bagikan

Bagikan ke Instagram Stories

Menyiapkan gambar…

  1. Link sudah disalin.
  2. Unduh gambarnya, lalu unggah ke Instagram Stories dari HP.
  3. Tambahkan stiker Link di Story, lalu tempel link-nya.
Unduh gambar

Instagram Stories cuma bisa dibuat dari aplikasi di HP.

Bagikan ke TikTok

Menyiapkan gambar…

  1. Caption dan link sudah disalin.
  2. Unduh gambarnya, lalu unggah sebagai postingan foto di TikTok.
  3. Tempel caption-nya sebelum posting.
Unduh gambar

Paling gampang diposting dari aplikasi TikTok di HP.

Ada proses di tim kamu yang masih manual?

Cerita aja, kita cariin solusinya bareng.