Dari Kertas dan Chat WhatsApp ke Warehouse Management System Terintegrasi
Case study warehouse management system gudang Mutiara Mutu Sertifikasi: dari kertas dan WhatsApp ke Google Sheets, Apps Script, dan Drive yang terintegrasi.
- Klien
- Mutiara Mutu Sertifikasi (MMS)
- Peran
- Automation & AI Engineer
- Tools
- Google Apps Script, Google Sheets, Google Drive
- Durasi
- 1 bulan

Gudang Mutiara Mutu Sertifikasi (MMS) menyimpan barang untuk kebutuhan pelatihan dan operasional lapangan, mulai dari training kit, packaging, baju lapangan, merchandise, sampai peralatan lapangan. Sebelumnya, semua pencatatan jalan di dokumen kertas dan spreadsheet biasa, sementara foto dokumentasi dikirim lewat WhatsApp.
Dalam satu bulan, aku bangun warehouse management system berbasis Google Apps Script, Google Sheets, dan Google Drive. Tujuannya satu: semua data gudang ada di satu tempat, dan bisa dipantau dari tim lapangan sampai CEO/COO.
Masalah: data gudang tersebar di mana-mana
Gudangnya jalan, tapi datanya tercecer. Ada tiga hal yang paling bikin repot:
- Pencatatan serba manual. Barang masuk dan keluar dicatat di dokumen kertas dan spreadsheet yang terpisah, jadi datanya gampang nggak sinkron dan rawan salah input.
- Dokumentasi tenggelam di WhatsApp. Foto dan bukti dikirim lewat chat, jadi susah dicari lagi waktu dibutuhkan.
- Manajemen susah lihat kondisi gudang. Untuk tahu stok atau status barang, CEO/COO harus tanya langsung ke tim. Ujung-ujungnya jadi micromanage.
Pendekatan: satu sumber data di Google Workspace
Tim MMS udah terbiasa pakai spreadsheet, jadi aku bangun sistemnya di atas tools yang udah mereka kenal. Google Sheets aku jadikan database, Google Apps Script menjalankan logika dan tampilan aplikasinya, dan Google Drive menyimpan semua dokumentasi. Nggak perlu server sendiri.
Aksesnya juga aku bedakan per peran. Manager gudang, staff, tim lapangan, dan CEO/COO masing-masing melihat dan mengerjakan bagian yang memang jadi tanggung jawabnya.
- 1Input di lapanganScan barcode dan foto dokumentasi
- 2Google Apps ScriptProses setiap transaksi
- 3Google Sheets & DriveData stok dan dokumentasi tersimpan rapi
- 4DashboardDipantau manager gudang sampai CEO/COO
Yang aku bangun
Sistemnya aku bagi ke beberapa modul yang mengikuti alur kerja gudang sehari-hari:
- Ringkasan: total SKU, unit di stok, stok menipis dan habis, stok per kategori, dan item yang perlu perhatian.
- Stok: daftar lengkap barang per SKU.
- IN / OUT: barang masuk dan keluar, satuan maupun bulk, lengkap dengan batch, lokasi, vendor atau pelatihan, timecode, dan foto.
- Pengiriman: status barang yang dikirim ke lapangan.
- Peminjaman & Retur: barang yang dipinjam dan dikembalikan, termasuk denda.
- Order & PO: status order dan purchase order.
- Laporan: rekap otomatis, tanpa rekap manual.
- Kelola User dan Role & Akses: pengaturan user dan hak akses tiap peran.

Scan barcode, dokumentasi langsung masuk Drive
Tim lapangan dan staff mencatat transaksi dengan scan barcode. Foto dokumentasi yang dulu dikirim lewat WhatsApp sekarang langsung tersimpan di Google Drive dan tercatat bersama transaksinya.

Stok menipis ketahuan lebih awal
Setiap barang punya batas minimum yang aku set dari awal. Begitu stoknya menyentuh batas itu, barangnya masuk daftar Item Perlu Perhatian dan ada notifikasi otomatis, jadi restock bisa direncanakan sebelum barangnya benar-benar habis.
Hasil
Sebelum
- Pencatatan di dokumen kertas dan spreadsheet terpisah
- Foto dokumentasi dikirim dan tercecer di WhatsApp
- Manajemen harus tanya ke tim untuk tahu kondisi gudang
Sesudah
- Semua transaksi masuk ke satu sistem terintegrasi
- Dokumentasi otomatis tersimpan rapi di Google Drive
- CEO/COO pantau langsung dari dashboard
Sekarang semua data gudang terintegrasi, jadi input jauh lebih minim salah. Dokumentasi rapi dan langsung masuk Drive. Manager gudang, staff, tim lapangan, dan CEO/COO melihat data yang sama, sehingga manajemen bisa memantau tanpa harus micromanage. Semuanya selesai aku bangun dalam satu bulan.
Refleksi
Perubahan terbesarnya bukan di teknologinya, tapi di alur kerjanya. Begitu semua tim mencatat di satu tempat yang sama, gudang jadi lebih transparan dengan sendirinya. Karena aku bangun di atas Google Workspace yang udah dipakai tim, sistemnya juga gampang aku kembangin lagi ke depannya.
Ada proses di tim kamu yang masih manual?
Cerita aja, kita cariin solusinya bareng.
Case study lainnya
AI & AutomationSocial media agency
Reminder Tugas Tim Lewat WhatsApp, Weekly Sampai One-Off Diatur dari Satu Tempat
Reminder tugas weekly, monthly, dan one-off terkirim otomatis ke WhatsApp tim tiap pagi, pengaturannya bisa diubah sendiri lewat sheet, tanpa perlu developer.
Baca case study
AI & AutomationBisnis retail
Ribuan Chat WhatsApp, Tim Cuma Dua Orang: Bikin Owner Bisa Pantau Tanpa Baca Semuanya
Owner dapat rekap otomatis tiap jam 9 malam soal closing, komplain, dan follow-up, tanpa harus baca semua chat satu per satu.
Baca case study