Langsung ke konten utama
Semua case study
Marketing & WebAI & Automation

Dari Google Sheets ke Sistem Booking dan Lacak Pesanan Sendiri untuk Bengkel Ceramic Coating

Case study website dan sistem booking untuk bengkel ceramic coating mobil: dari Google Sheets manual ke admin panel, pelacakan pesanan real-time, dan notifikasi WhatsApp.

Bagikan

Bagikan ke Instagram Stories

Menyiapkan gambar…

  1. Link sudah disalin.
  2. Unduh gambarnya, lalu unggah ke Instagram Stories dari HP.
  3. Tambahkan stiker Link di Story, lalu tempel link-nya.
Unduh gambar

Instagram Stories cuma bisa dibuat dari aplikasi di HP.

Bagikan ke TikTok

Menyiapkan gambar…

  1. Caption dan link sudah disalin.
  2. Unduh gambarnya, lalu unggah sebagai postingan foto di TikTok.
  3. Tempel caption-nya sebelum posting.
Unduh gambar

Paling gampang diposting dari aplikasi TikTok di HP.

Klien
Bengkel ceramic coating mobil
Peran
Full Stack Developer (AI-Assisted)
Tools
Laravel, MySQL, WhatsApp
Durasi
1,5 bulan
Beranda website bengkel ceramic coating dengan foto mobil dan headline Kilau Maksimal, Perlindungan Lebih Lama

Bengkel ceramic coating ini sebelumnya jalan dengan cara yang paling umum dipakai bengkel kecil-menengah: semua booking dan data customer dicatat di Google Sheets biasa. Masalahnya muncul begitu order-nya makin banyak dan tiap mobil punya beberapa tahap pengerjaan yang makan waktu beberapa hari. Customer jadi harus telepon atau chat berkali-kali cuma buat nanya progres, dan admin harus buka-buka sheet dulu sebelum bisa jawab.

Aku bangun website dan sistem booking-nya dari nol pakai Laravel, development end-to-end selama 1,5 bulan. Sekarang ada halaman booking publik, halaman lacak pesanan yang bisa dibuka customer sendiri, dan panel admin buat kelola semuanya di satu tempat.

Masalah: Google Sheets nggak cukup begitu order-nya berlapis tahap

  • Semua booking dan data customer numpuk di satu Sheet, gampang berantakan begitu jumlahnya banyak.
  • Enam tahap pengerjaan (mobil diterima, cuci & dekontaminasi, coating, curing, QC check, siap diambil) nggak punya tempat buat ditunjukkan ke customer.
  • Customer harus telepon atau chat admin cuma buat nanya "udah sampai mana", dan admin harus cek manual dulu sebelum bisa jawab.

Pendekatan: satu sistem, dari booking sampai pengambilan

  1. 1Booking masukLewat website publik, lengkap dengan estimasi harga
  2. 2Admin update tahapDicatat di panel admin tiap kali pengerjaan pindah tahap
  3. 3Lacak pesanan ikut berubahCustomer lihat progres terbaru tanpa nanya admin
  4. 4Notifikasi WhatsAppSaat mobil siap diambil atau perlu diingatkan

Yang aku bangun

Enam tahap yang bisa dipantau

Di website publiknya, alur kerja bengkel dijelaskan sebagai enam tahap yang berurutan. Ini bukan cuma halaman informasi, tiap tahap ini yang nanti muncul juga di halaman lacak pesanan customer.

Halaman Enam Tahap di website bengkel coating, menampilkan enam kartu tahap dari Mobil Diterima sampai Siap Diambil
Enam tahap pengerjaan, ditampilkan sebagai bagian dari website publik. Nama bengkel disamarkan.

Lacak pesanan, tanpa perlu telepon

Customer tinggal buka link kode order untuk lihat status pembayaran, persentase progres, dan riwayat pengerjaan lengkap dengan catatan teknisi di tiap tahap. Halamannya memeriksa pembaruan otomatis tiap 15 detik.

Halaman Lacak Pesanan menampilkan kode order, status pembayaran lunas, dan progres pengerjaan 83% pada tahap 5 dari 6
Halaman lacak pesanan publik. Nama pemilik dan nomor polisi disamarkan, nama bengkel disamarkan.

Panel admin buat kelola semuanya

Admin punya ringkasan booking masuk bulan ini, yang sedang dikerjakan, yang menunggu diambil, dan sebaran mobil di tiap tahap, semuanya dalam satu halaman.

Panel admin Ringkasan dengan kartu booking masuk, sedang dikerjakan, menunggu diambil, dan grafik sebaran tahap
Ringkasan di panel admin. Daftar booking terbaru dan nama bengkel disamarkan.

Detail tiap booking, dari pembayaran sampai WhatsApp

Tiap booking punya halaman detail sendiri: catatan pembayaran (boleh dicicil, dicatat manual per transaksi tunai, QRIS, atau transfer, bukan lewat payment gateway) dan tombol untuk meneruskan pesan WhatsApp template ke customer, misalnya saat mobil siap diambil atau kalau sudah lama belum dijemput.

Halaman detail booking dengan riwayat pembayaran dan tombol Hubungi pelanggan, mobil siap diambil
Detail booking dengan catatan pembayaran dan tombol pesan WhatsApp template. Nama pelanggan dan nama bengkel disamarkan.

Begitu tombolnya diklik, pesannya sudah siap dikirim ke WhatsApp customer, lengkap dengan kode order, paket, total, dan lokasi pengambilan.

Pesan WhatsApp yang memberi tahu customer bahwa mobilnya sudah selesai dikerjakan dan siap diambil, lengkap dengan kode order, paket, dan total pembayaran
Pesan WhatsApp yang diterima customer. Nama, plat nomor, alamat, dan nama bengkel disamarkan.

Hasil

Sebelum

  • Semua booking dan data customer dicatat manual di Google Sheets
  • Customer telepon atau chat admin cuma buat nanya progres
  • Admin cek manual dulu sebelum bisa jawab

Sesudah

  • Booking, progres pengerjaan, dan pembayaran ada di satu sistem
  • Customer buka link buat lihat progres sendiri, real-time
  • Notifikasi WhatsApp saat mobil siap diambil
Development dari nol sampai live
1,5 bulan
Progres pengerjaan yang bisa dipantau customer sendiri
6 tahap
Halaman lacak pesanan memeriksa pembaruan otomatis
15 detik

Refleksi

Ini salah satu contoh nyata dari yang aku tulis di Daripada Numpuk Langganan CRM dan POS, Investasi ke Website Sendiri Bisa Lebih Masuk Akal: bisnis yang jalan berbasis project berminggu-minggu, kayak ceramic coating ini, dapat manfaat langsung dari fitur lacak pesanan yang jadi bagian dari website sendiri, bukan numpang di tools orang lain.

Bermanfaat? Bagikan ke teman atau tim kamu.

Bagikan

Bagikan ke Instagram Stories

Menyiapkan gambar…

  1. Link sudah disalin.
  2. Unduh gambarnya, lalu unggah ke Instagram Stories dari HP.
  3. Tambahkan stiker Link di Story, lalu tempel link-nya.
Unduh gambar

Instagram Stories cuma bisa dibuat dari aplikasi di HP.

Bagikan ke TikTok

Menyiapkan gambar…

  1. Caption dan link sudah disalin.
  2. Unduh gambarnya, lalu unggah sebagai postingan foto di TikTok.
  3. Tempel caption-nya sebelum posting.
Unduh gambar

Paling gampang diposting dari aplikasi TikTok di HP.

Ada proses di tim kamu yang masih manual?

Cerita aja, kita cariin solusinya bareng.