Mengarahkan Konten Sosmed 10+ Brand Supaya Tiap Brand Punya Suaranya Sendiri
Case study arahan konten social media di Kyon Studio: pilar konten, tema visual, dan copywriting untuk 10+ brand, dari salon dan agrowisata sampai wellness dan F&B.
- Klien
- Kyon Studio
- Peran
- Project Manager & Content Direction
- Tools
- Instagram, TikTok

Di Kyon Studio, aku memegang arahan konten untuk lebih dari 10 brand sekaligus. Industrinya beda-beda, dari salon rambut Jepang dan agrowisata sampai wellness, F&B, dan laundry. Tantangannya bukan sekadar memproduksi visual, tapi memastikan setiap brand tetap terdengar seperti dirinya sendiri.
Tantangan: banyak brand, satu tim
Saat satu tim memegang banyak brand, gampang sekali kontennya mulai terlihat mirip. Template yang sama dipakai di mana-mana, bahasa yang sama dipakai untuk audiens yang berbeda, dan klien akhirnya merasa kontennya nggak mewakili bisnis mereka.
Konten juga nggak boleh sekadar ramai. Setiap posting harus menjawab kebutuhan audiens brand itu dan mendukung tujuan bisnisnya.
Yang aku kerjakan
Pilar konten untuk setiap brand
Aku nggak mulai dari desain, tapi dari pilar konten: topik apa yang dibutuhkan audiens brand itu, dan konten seperti apa yang menjawabnya. Dari situ baru ditentukan tema visual dan gaya copywriting yang konsisten dengan identitas bisnisnya.
- 1Pilar kontenApa yang dibutuhkan audiens brand
- 2Arahan visual dan copyKonsisten dengan identitas bisnis
- 3Diskusi dengan klienTema, pesan, dan prioritas diputuskan bersama
- 4Produksi dan publishFeed, Reels, dan TikTok
Arah konten diputuskan bersama klien
Konten nggak dikerjakan sendirian lalu diserahkan. Lewat diskusi yang terstruktur dan kolaborasi rutin dengan klien, aku memfasilitasi keputusan soal tema, pesan, dan prioritas, supaya kontennya tetap konsisten, relevan, dan dampaknya bisa diukur di setiap kanal.
Identitas visual yang beda di tiap brand
Hasilnya terlihat dari feed masing-masing brand. Salon rambut Jepang tampil dengan gaya editorial ala majalah, agrowisata dengan suasana alam yang hangat, dan brand wellness dengan bahasa yang santai dan dekat.


Reels dan TikTok
Format video pendek mengikuti arahan yang sama. Setiap brand punya gaya penyampaian sendiri, dari video bernuansa premium sampai konten yang lebih santai dan personal.

Hasil
- Lebih dari 10 brand dari industri yang berbeda punya pilar konten dan identitas visual yang konsisten.
- Arah konten diputuskan bersama klien, jadi konten yang tayang selaras dengan tujuan bisnis mereka.
- Feed, Reels, dan TikTok berjalan dengan arahan yang sama di setiap brand.
- Brand dengan pilar konten sendiri
- 10+
- Format: feed, Reels, dan TikTok
- 3
- Industri, dari salon sampai agrowisata
- 5+
Pelajaran
Konten yang konsisten lahir dari keputusan yang jelas sebelum desain dibuat: untuk siapa, tentang apa, dan dengan suara seperti apa. Kalau dasarnya sudah disepakati dengan klien, produksi jadi lebih cepat dan revisi jauh lebih sedikit. Konten ini juga berjalan bersama iklan berbayar, yang aku ceritakan di Iklan Meta dan Google yang Diukur dari Hasil, Bukan dari Habisnya Budget, dan performanya dipantau lewat dashboard Looker Studio.
Ada proses di tim kamu yang masih manual?
Cerita aja, kita cariin solusinya bareng.
Case study lainnya
AI & AutomationSocial media agency
Reminder Tugas Tim Lewat WhatsApp, Weekly Sampai One-Off Diatur dari Satu Tempat
Reminder tugas weekly, monthly, dan one-off terkirim otomatis ke WhatsApp tim tiap pagi, pengaturannya bisa diubah sendiri lewat sheet, tanpa perlu developer.
Baca case study
AI & AutomationBisnis retail
Ribuan Chat WhatsApp, Tim Cuma Dua Orang: Bikin Owner Bisa Pantau Tanpa Baca Semuanya
Owner dapat rekap otomatis tiap jam 9 malam soal closing, komplain, dan follow-up, tanpa harus baca semua chat satu per satu.
Baca case study